Jumat, 04 April 2008

Kehidupan yg sebenarnya

Ada benarnya juga ungkapan bahwa kehidupan yg sebenarnya adalah kehidupan setelah menikah. Setelah usai masa menanti pasangan hidup yg dipilihkan ALLAH kini harus lebih kuat menghadapi realita baik yg senang maupun sedih, apa yg kita ingin dan cita2kan ttg masa depan baik itu jodoh, rezki memang harus disiapkan dan diusahakan. Menikah memang indah karena sudah ada sahabat sejati yg selalu menemani dan melindungi sekaligus sebagai tempat cerita apapun, rezki yg didapat lebih banyak karena gaji suami&istri menjadi dobel, dan keindahan lain yg tidak bisa disebutkan satu persatu. Selain itu menikah sebagai sarana pendewasaan diri (my mom said) tapi bukan jaminan orang yang sudah menikah menjadi dewasa tergantung dari pengendalian emosi masing2 individu, didalam ikatan ini perlu pemahaman untuk bisa mengerti sifat pasangan karena ini adalah penyatuan yg luar biasa, bersatunya 2 orang yg berbeda jenis, 2 gender, 2 pandangan pikiran dimana 1 berfikir di dominansi perasaan dan yg lainnya di dominansi logika, uniq kan......

Terkadang masih suka ada terbersit didalam hati bisakah aku sabar menjalani ikatan ini karena tidak hanya menyatukan 2 hati berbeda tapi juga 2 kluarga besar yang jauh berbeda suku, budaya, latar belakang, kebiasaan; mampukah aku menjadi istri sholehah karena selama ini aku masih dalam proses belajar utk sholeha; semuanya aku pasrahkan kepada Sang Khalik karena keyakinan bahwa Dia selalu memberi yang terbaik untukku.



Kebahagiaan yang kurasakan sekarang semoga terus kujalani sampai batas hanya ALLAH yg memisahkan kami, kuatkan diri ini untuk menjalani ketentuanMU.

Teiring ucapan terima kasih kepada semua teman dan berbagai pihak yang telah membantu acra walimatul ursy SUMIYATI & HARIS PRIAHADI, semoga pernikahan kami menjadi sakinah, mawardah warohmah aminnnnnn.


Tidak ada komentar: